The Art of Trance Workshop

Pembahasan trance dalam psikoterapi sudah sangat sering dibahas, salah satunya oleh Stephen Gilligan dalam bukunya antara lain Therapeutic Trances; The Cooperation Principles in Ericksonian Hypnotherapy dan Generative Trance; The Experience of Creative Flow serta Generative Trance; Third Generation Trance Work. Maestro hipnoterapi kenamaan yang tidak pernah gagal dalam melakukan hipnosis yaitu Milton H. Erickson pun memprioritaskan sekali pembelajaran tentang trance ini dalam sesi-sesi awal terapinya.

Hipnosis adalah tentang belief (keyakinan), culture (budaya) dan authority (otoritas) yang dibawakan secara seni untuk menghasilkan keadaan sugestif yang meningkat dari diri klien. Oleh sebab itu meskipun pelatihan ini memodel Ericksonian Therapy namun tetap dalam konteks culture (budaya) Indonesia. Dengan demikian pelatihan ini akan menjadi pelatihan yang unik dan sejarah baru yang menanamkan tonggak kompetensi dasar yang efektif dan mumpuni bagi siapapun yang mempelajarinya.

Pelatihan ini diperuntukkan bagi :

  • Mereka yang mengabdikan diri untuk membantu sesama sebagai penyembuh (psikolog klinis, hipnoterapis, konseulor, dokter, tabib, sinshe dsb)
  • Mereka yang berkompeten dalam bidang pendidikan (guru-guru dan orang tua)
  • Para praktisi pemberdayaan diri (trainer dan coach)
  • Para pecinta ilmu pemberdayaan diri yang menginginkan pengetahuan komprehensif

 

1.Standar kompetensi

  • Konsep umum Cooperative, Based on Uniqueness, Outcome Oriented Therapy
  • Keterampilan Menjalin Keterhubungan dan Empati (Empathy and Connectedness)
  • Keterampilan melakukan assesment singkat (memahami belief, value, modalitas VAKOG, resource state, nurturing state) – kecuali Meta Program yang memerlukan waktu khusus / program lain
  • Keterampilan mengajukan pertanyaan terapeutik (Questioning ; Problem, Outcome, Exceptional, Resource, Scaling, Remedy, Miracle serta Feedback)
  • Keterampilan bicara (penggunaan meta model dan metafora, trance voice, intonasi)
  • Keterampilan memfasilitasi keadaan trance (trance alami dan trance generatif)
  • Keterampilan memanfaatkan teknik terapeutik (SFBT, hypnotic ideomotor response, object imagery, anchor, direct suggestion, self fulfilling prophecy, metafora isomorfis, submodality remap, somatic bridge regression, revivikasi & future pacing, change belief pattern)
  • Pengenalan terhadap struktur kepribadian menurut CG. Jung dan Sigmund Freud serta Kejawen

 

2.Kompetensi minimal yang diharapkan (praktek secara aplikatif)

a.       Keterampilan Menjalin Keterhubungan dan Empati (Empathy and Connectedness), skill yang dilatihkan

  • Matching dan Mirroring
  • Pacing dan Leading
  • Intutitive Connectedness State

b.       Keterampilan melakukan assesment singkat (memahami belief, value, modalitas VAKOG, resource state, nurturing state) – kecuali Meta Program yang memerlukan waktu khusus / program lain

  • Elisitasi Belief
  • Elisitasi Value
  • Eksplorasi modalitas VAKOG
  • Kalibrasi
  • Know nothing state
  • Meta State

c.       Keterampilan mengajukan pertanyaan terapeutik (Questioning ; Problem, Outcome, Exceptional, Resource, Scaling, Remedy, Miracle serta Feedback)

  • Problem question
  • Outcome question
  • Exceptional question
  • Resource question
  • Scaling question
  • Remedy question
  • Miracle question
  • Feedback question
  • TOTE Model

d.       Keterampilan bicara (penggunaan meta model dan metafora, trance voice, intonasi)

  • Menyadari persepsi dan filter
  • Menghindari bahasa ambigu
  • Penggunaan metafora dalam komunikasi
  • Menemukan trance voice terbaik
  • Olah intonasi
  • Terapeutik Compliment (seni menggunakan kalimat pujian)

e.       Keterampilan memfasilitasi keadaan trance (trance alami dan trance generatif)

  • Mengamati ciri-ciri trance (trance signal)
  • Elisitasi dan utilisasi ciri-ciri trance
  • Eksplorasi fenomena trance : relaksasi, katalepsi, anastesi, asosiasi dan disosiasi, hyperesthesia, regresi, progresi, amnesia, hypermnesia, hypnosleep, hypnogogic, hypnopompic, dream induced lucid dream, halusinasi positif, halusinasi negatif, distorsi waktu, personality change (dalam konteks terapeutik)
  • Trancing in dan trancing out (emerging)

f.        Keterampilan memanfaatkan teknik terapeutik secara baik dan tepat

  • Solution Focused Brief Therapy using Hypnotic Pattern
  • Hypnotic Idemotor Response
  • Object Imagery ala western dan tradisional
  • Anchoring
  • Direct Suggestion
  • Self Fulfilling Prophecy
  • Metafora Isomorfis
  • Submodality Remap
  • Somatic Bridge Regression
  • Revivikasi
  • Future Pacing
  • Change Belief Pattern (seni mengatasi belief klien yang menghambat / menganulir terapi)

g.       Penjelasan lebih dalam tentang realita bawah sadar, yaitu dengan pengenalan terhadap struktur kepribadian menurut CG. Jung dan Sigmund Freud serta Kejawen

  • CG. Jung : Kesadaran dan Ketidaksadaran Personal dan Kolektif : Archetype, Persona, Ego, Self, Shadow, Anima-Animus, Wise Old Man dan Wise Old Woman
  • Sigmund Fred : Id, Ego, Superego
  • Kejawen : konsep sedulur papat kelimo pancer

 

Feedback hasil belajar berupa :

  • Pengamatan empiris dari trainer dan trainee terhadap perubahan sikap dan perilaku serta mindset dalam melakukan tindakan hipnosis
  • Penilaian tertulis untuk masing-masing item materi

4.Indikator hasil belajar

  • Perubahan sikap, perilaku dan mindset
  • Keterampilan untuk melakukan skill yang dilatihkan dengan percaya diri

 

5.Materi pokok

  • Konsep terapi Cooperative, Based on Uniqueness, Outcome Oriented Therapy beserta jenis masalah apa yang boleh dibantu menggunakan hipnosis serta bagaimana menggunakan teknik terapi yang tepat
  • Teknik matching – mirroring, direct mirror, cross mirror dan mismatching
  • Pengenalan Trance, Trance Signal, Fenomena Trance dan Trancing In – Trancing Out (menggunakan teknik reportase, accessing previous trance dan hijacking) serta penggunaan Trance Voice
  • Teknik assesment singkat (eksplorasi sumberdaya klien)
  • Questioning
  • Struktur Kepribadian ala Jungian, Freudian dan Kejawen
  • Memetika dan Seeding

Teknik terapi :

  • Hypnotic Idemotor Response
  • Object Imagery ala western dan tradisional
  • Anchoring
  • Direct Suggestion
  • Self Fulfilling Prophecy
  • Metafora Isomorfis
  • Revivikasi
  • Future Pacing
  • Change Belief Pattern (seni mengatasi belief klien yang menghambat / menganulir terapi)

 

6.Kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui penjelasan teori, demonstrasi, praktek terbimbing secara role playing dan experiental learning.

 

7.Alokasi waktu per penguasaan kompetensi (Total 100%)

  • Konsep umum Cooperative, Based on Uniqueness, Outcome Oriented Therapy : 5%
  • Keterampilan Menjalin Keterhubungan dan Empati (Empathy and Connectedness) : 10%
  • Keterampilan melakukan assesment singkat (memahami belief, value, modalitas VAKOG, resource state, nurturing state) – kecuali Meta Program yang memerlukan waktu khusus / program lain : 5%
  • Keterampilan mengajukan pertanyaan terapeutik (Questioning ; Problem, Outcome, Exceptional, Resource, Scaling, Remedy, Miracle serta Feedback) : 5%
  • Keterampilan bicara (penggunaan meta model dan metafora, trance voice, intonasi) : 5%
  • Keterampilan memfasilitasi keadaan trance (trance alami dan trance generatif) : 35%
  • Keterampilan memanfaatkan teknik terapeutik (SFBT, hypnotic ideomotor response, object imagery, anchor, direct suggestion, self fulfilling prophecy, metafora isomorfis, submodality remap, somatic bridge regression, revivikasi & future pacing, change belief pattern) : 30%
  • Pengenalan terhadap struktur kepribadian menurut CG. Jung dan Sigmund Freud serta Kejawen : 5%

 

Investasi

Rp. 2.500.000,- per orang

 

Instruktur / Coach 

Muhammad Hujairin

 

Fasilitas

  • Lunch dan Coffee Break
  • Modul dan Training Kit
  • Grup Whatsapp untuk monitor perkembangan dan mentoring
  • Sertifikat

Untuk mendaftar silakan klik di tombol ini